Selasa, 09 Juni 2020

Pesan Terakhir Dari Punggungmu

Setelah gugur daun dan gugur embun
diranting kecil disudut terpencil...
pandang terakhirku pada punggungmu
padu dilingkar hati menyunting sepasang cincin
lalu terkait dikering ranting...
dan ketika terakhir kali kau pergi setengah berlari
mungkin rasamu coba sembunyi...
atau mungkin engkau masih baik hati
tak biarkanku melihat isakmu...
isak yang ditarikan air mata yang jatuh meletakan segala harapan tuk ditanggung kebersamaan..
meneguhkan rindu-rindu yang biru
rindu yang tak lagi bisa
tuk mengurai rumitnya cinta
karena jalan kita berbeda
searah nan bersimpang rasa...
kini semua direnggut sunyi
esok tak lagi saling memiliki
hanya kenangan diangan hanya do'a-do'a
harapan kita telah saling meninggalkan
dan saling memberi pesan
jangan lalu kita kan saling benci
karena kita tak saling memiliki lagi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jarak

  Kenapa manusia lain ngga bisa mencintai dengan jarak? Kenapa jarak selalu menjadi alasan rasa itu memudar ? Kenapa jarak selalu membuat ...